Nasrudin dan Tiga Orang Bijak
Pada suatu hari ada tiga orang bijak yang pergi berkeliling negeri untuk mendapatkan jawaban atas pertanyaan yang mendesak. Sampailah mereka pada suatu hari di desa Nasrudin. Orang-orang desa ini menyodorkan Nasrudin sebagai wakil orang-orang yang bijak di desa tersebut. Nasrudin dipaksa berhadapan dengan tiga orang bijak itu dan di sekeliling mereka berkumpullah orang-orang desa menonton [...]
13 July, 2008 - 13:46
Dibawa Sekalian Saja
Nasruddin pernah bekerja pada seorang yang sangat kaya, tetapi seperti biasanya ia mendapatkan kesulitan dalam pekerjaannya.
Pada suatu hari orang kaya itu memanggilnya, katanya, “Nashruddin kemarilah kau. Kau ini baik, tetapi lamban sekali. Kau ini tidak pernah mengerjakan satu pekerjaan selesai sekaligus. Kalau kau kusuruh beli tiga butir telur, kau tidak membelinya sekaligus. Kau pergi ke [...]
13 July, 2008 - 13:45
Orang yang Memiliki Mimpi Terindah
Nasruddin mengenakan jubah sufinya dan memutuskan untuk melakukan sebuah pengembaraan suci. Di tengah perjalanan, ia bertemu dengan seorang yogi dan seorang pendeta.
Mereka bertiga sepakat membentuk tim. Ketika sampai di sebuah perkampungan, kedua teman seperjalanan meminta Nasruddin untuk mencari dana, sementara mereka berdua berdakwah. Nasruddin berhasil mengumpulkan uang yang kemudian dibelanjakannya untuk halwa.
Nasruddin menyarankan agar makanan [...]
13 July, 2008 - 13:44
Bangun Lebih Pagi Setiap Hari
“Nasrudin, anakku, biasakanlah bangun pagi setiap hari.”
“Kenapa, ayah?”
“Itu kebiasaan bagus. Dulu ayah pernah bangun pas dini hari trus keluar jalan jalan. Dan ayah nemu sekantong emas.”
“Bagaimana ayah tahu itu bukan punya orang yang kehilangan malam sebelumnya?”
“Oh, itu bukan point nya. Walau bagaimanapun juga kantong itu tidak ada disitu malam sebelumnya. Ayah ingat bener.”
“Jadi kalo gitu, [...]
13 July, 2008 - 13:43
Nyebarin Roti Biar Macan Gak Datang
Nasrudin lagi sibuk nyebarin serpihan serpihan roti di sekeliling rumahnya.
“Eh, lagi ngapain loe?” tanya seseorang
“Oh, ini biar macan pada gak datang ke mari.”
“Lho, tapi kan gak ada macan di daerah sini.”
“Tuh kan. Gue bilang juga ape.. beneran berhasil, kan?”
13 July, 2008 - 13:43
Nasib itu Tidak Bisa Dinalar Dengan Logika
Nasrudin sedang berjalan-jalan dengan santai, ketika tanpa permisi ada orang jatuh dari atap rumah dan menimpanya. Orang yang terjatuh itu tidak terluka sama sekali, tetapi Nasrudin yang tertimpa malah menderita cedera leher. Ia pun diangkut ke rumah sakit.
Para tetangganya datang menjenguknya, mereka bertanya, “Hikmah apa yang didapat dari peristiwa itu, Nasrudin?”
“Jangan percaya lagi pada hukum [...]
Komentar Pembaca
Chat
Info situs
Ads
Cerita Lainnya
- Saya istri yang bener bener nakal
- Bercinta Dengan 2 Orang Sahabat
- Babysitter Tetangga
- Sprei Merah Menjadi Saksi Persetubuhan Kita
- Rani Bunga SMA
- Nana Gadis Cantik Yang Penuh Gairah
- Dada Montok Gadis Salon
- Ngentot Mama Lina Yang Seksi
- Dada Nyonya Syeni
- Putri Ibu Kost
- Pengalaman Bisnis dengan Tante Girang
- Teman Sepupuku Mbak Rika
- Ancaman Kado Ulang Tahun
- Dokter Gigi yang Punya Musuh
- Nggak Ada Teksnya
